Tulis Indah dan Terjemah Al-Qur’an menurut Ahmadiyah

Assalamualaikum, wr. wb.,

Sebagian kaum muslimin di negeri ini tidaklah asing lagi dengan Al-Qur’an dan Terjemahnya terbitan Departemen Agama RI. Tulisan ‘khas’ Arab-nya telah menghiasi di 30 Juz terbitan ini, begitu juga ciri khas lainnya adalah isi dari Muqaddimah BAB Dua : Nabi Muhammad saw. ber-sub-judul Perlunya Al-Qur’an diturunkan yang menarik itu.

Sebelum pembaca menyimak catatan sejarah tulisan seorang ahmadi dari majalah Sinar Islam bulan Mei tahun 1977 dibawah ini, ada baiknya melihat terlebih dahulu ‘tulisan khas Arab’ Al-Qur’an dari terbitan kami ahmadi dalam bahasa Inggris, Jerman, dan bahasa lainnya. Pada waktu ini Jemaat Ahmadiyah tengah menerbitkan terjemah Al-Qur’an dalam 100 (seratus) bahasa di dunia. Terbitan Ahmadiyah mempunyai standar “matan” (teks huruf Arab) Al-Qur’an dengan tipe “khatt” (tulisan huruf Arab) yang unik lagi seragam yang mudah dibaca. Contoh di bawah adalah sepenggal (tiga baris terakhir) ayat “Nishful Qur’an” (Pertengahan Qur’an) Surah Al-Kahf ayat 20* terbitan dalam bahasa Inggris, Jerman tahun 1950. Lainnya contoh terbitan dalam bahasa Indonesia dan Sunda;

(klik untuk memperbesar )

Perhatikanlah dengan seksama tipe-tipe tulisan khas bahasa Arab diatas, kemudian mari perhatikan pula tulisan khas bahasa Arab Al-Qur’an yg telah diterbitakan Departeman Agama (DEPAG) tahun 1965, 15 tahun sesudah terbitan Ahmadiyah dalam bahasa Inggris dan Jerman diatas, yg tentunya terbitan Departeman Agama (DEPAG) ini telah dicetak berulang-ulang di negeri tercinta ini;

tipe-tipe tulisan bahasa Arab yang digunakan pada kelima terbitan itu, pemotongan baris-baris ayat adalah sama. Tipe huruf itu dipergunakan di seluruh Al-Qur’an dan mempunyai corak yang sama.

Teknik percetakan dengan temuan sistem offset memungkinkan untuk mengutip penggalan-penggalan/bagian-bagian dari buku-buku tertentu dengan cara “mount- ing” pada tiap penerbitan. Lebih-lebih sekarang teknik mutakhir (komputer) mempermudah prosedur pengkopian dengan mempergunakan fasilitas perangkat mesin “scan- ner”. Dengan bukti-bukti diatas, tipe-tipe tulisan bahasa Arab yang digunakan pada kelima terbitan itu, pemotongan baris-baris ayat adalah sama. Tipe huruf itu dipergunakan di seluruh Al-Qur’an dan mempunyai corak yang sama. Secara logis dapat disimpulkan bahwa DEPAG telah mengkopi seluruh teks Arab dari versi Ahmadiyah. Namun, sungguh merupakan sikap elegan dari pihak Jemaat Ahmadiyah bahwa, mereka tidak mengadakan tuntutan apapun, walaupun kita mengetahui bahwa hak-cipta itu dilindungi oleh undang-undang.

Satu lagi ciri khas Al-Qur’an dan Terjemahnya terbitan Departemen Agama RI lainnya adalah isi dari Muqaddimah BAB Dua : Nabi Muhammad saw. ber-sub-judul Perlunya Al-Qur’an diturunkan yang menarik itu. Buah pikiran siapakah? Itu adalah sebagian kecil dari “Pengantar Mempelajari Alquran” karya Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a., Khalifatul Masih kami yang kedua. “Kecemerlangan” Tafsir Ahmadiyah itu ternyata tergambar betapa luas dan dalam rahasia yang terkandung dalam Kitab Suci Al-Qur’an, karena mampu menggali arkeologi agama-agama sebelum Islam dalam menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an.

Buah fikiran Khalifatul Masih kami ini ternyata di persembahkan sebagai hadiah oleh Khadim al-Haramain asy Syarifain (Pelayan Kedua Tanah Suci) Raja Fahd ibn’Abd al”Aziz Al Sa’ud, dengan pencetakan-nya yang berulang-ulang oleh Mujamma’ al Malik Fahd li thiba’at al Mush-haf asy Syarif (Lembaga Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd) di al-Madinah al-Munawwarah, sebagai Al-Qur’an dan Terjemahnya berbahasa Indonesia terbitan yang telah diteliti Mujamma’ al Malik Fahd li thiba’at al Mush-haf asy Syarif tersebut dan telah disahkan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia. Sepulang dari menunaikan ibadah haji, orang indonesia biasanya membawa Al-Qur’an ini (lihat hal.37 – 48) sebagai ‘oleh-oleh’ dari tanah suci Makkah Al Mukarromah.

perlunya

Sampai disini, masihkan akan menyebut Kitab Suci-nya orang Ahmadiyah, Tadzkirah ? Selanjutnya mempersilahkan pembaca untuk melanjutkan menyimak secara lengkap seperti apakah terjemah Al-Qur’an menurut Ahmadiyah? Melalui catatan sejarah tulisan seorang ahmadi dari majalah Sinar Islam bulan Mei tahun 1977 berikut ini;

[ Sinar Islam bulan Hijrah 1356 HS/Mei tahun 1977) No.5 – Th XLVI ]

Tulis Indah dan Terjemah AlQuran menurut Ahmadiyah

oleh Saleh A Nahdi – Mubaligh Ahmadiyah

Kitab Suci Al-Quran diturunkan dan ditulis dalam bahasa Arab, bahasa yang terkenal dalam fashahat dan balaghahnya. Bahasa yang menjadi induk segala bahasa di dunia. Alim-ulama Islam terdahulu menganut faham, bahwa amat sukar menterjemahkan bahasa Arab itu ke dalam bahasa non Arab, satu hal yang membuat alim-ulama itu tidak membenarkan Al-Quran diterjemahkan. Menurut faham mereka, tak ada bahasa non-Arab dimanapun yang memiliki kemampuan kekayaan bahasa yang memungkinkan Al-Quran itu diterjemakhan dengan tepat dan baik. Mereka hanya dapat menerima kalau Al-Quran ditafsirkan, bukan diterjemahkan.

Bila dilihat dengan seksama faham ulama terdahulu yang hati-hati itu patut dihargakan dan dimengerti. Selayaknyalah masalah apa saja yang menyangkut Kitab Suci dan pengolahannya dilakukan dengan cara dan sikap hati-hati yang bijaksana.

Akan tetapi masalah bahasa tentu saja tidak dapat dibiarkan menjadi perintang dilakukannya terjemah. Al-Quran adalah Kitab Suci untuk seluruh ummat manusia yang sebagian besar tidak mengerti bahasa Arab. Untuk memudahkan mereka menelaah dan mempelajari Kitab Suci itu diperlukan terjemah ke dalam berbagai bahasa dunia.

Di fihak lain setiap muslim adalah muballigh, berkewajiban menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain yang belum mengenalnya. Untuk itu kebutuhan yang paling mendesak ialah terjemah Al-Quran di dalam bahasa non-Arab. Tanpa terjemah seorang Islam tak akan dapat melakukan da’wah dan sekaligus tak akan dapat memperlihatkan keindahan ajaran Islam itu kepada orang lain secara meyakinkan.

Ahmadiyah
Berkenaan dengan masalah terjemah orang Ahmadiyah menganut pengertian, bahwa terjemah Al-Quran ke dalam bahasa-bahasa lain yang non-Arab sangat perlu dan penting. Bagaimanapun mahirnya seorang penterjemah dan betapapun indah dan kayanya suatu bahasa non-Arab terjemahan itu sendiri berma’na hanya sebagai bahasa-terjemah. Betapapun sempurnanya terjemahan itu tidak dapat diartikan mencerminkan dan menampung arti dan terjemahan kata-kata dan kalimat dari Al-Quran. Lebih dari itu terjemahan itu tetap berma’na sekadar upaya dan bahasa manusia semata yang dalam segala-galanya terbatas. Sedang Al-Quran adalah kata-kata dan firman Ilahi yang murni dan terpelihara dari segala kekurangan dan kelemahan.

Oleh sebab itulah orang Ahmadiyah berpendirian setiap terjemah Al-Quran perlu dan penting disertai teks bahasa dan tulisan Al-Quran, seperti yang biasanya Ahmadiyah lakukan di dalam berbagai bahasa asing. Dengan jalan itu bukan saja keaslian, kemurnian dan keindahan yang terpelihara, tetapi juga pengaruh langsung Kalam Ilahi itu akan tetap terasa dan meyakinkan. Demikian pula akan tetap terpelihara dari setiap pengertian yang salah yang disebabkan oleh pengaruh bahasa terjemah dan peredaran masa. Yang penting lagi dalam pengertian orang ahmadiyah ialah sikap mengolah Al-Quran secara menyeluruh. Tidak cukup kemahiran dan keahlian bahasa Arab dan bahasa terjemah saja yang serba lengkap dengan peralatannya. Akan tetapi yang lebih penting lagi ialah sikap kebersihan, kesucian dan kekudusan merupakan syarat utama untuk mengolah Al-Quran. Didalam Surah Al-Waqi’ah ayat 80 Allah swt. menandaskan, bahwa untuk mengolah Al-Quran diperlukan orang suci dan bersih.

Dengan pengertian itulah orang Ahmadiyah menekankan pentingnya berbagai segi dalam usahanya mengolah dan menyebarkan Al-Quran di dalam bahasa-bahasa non-Arab. Orang Ahmadiyah mementingkan Al-Quran harus tetap tertulis di samping bahasa terjemah, bahasa non-Arab yang sekadar memberikan arti seperlunya tentang ma’na ayat. Diusahakan supaya terjemahan dilakukan se-letterlijk mungkin sepanjang keindahan bahasa mengijinkan. Dimanapun perlu terjemahan suatu kata, kalimat atau ungkapan diwarnai sekadarnya dengan terjemahan agak bebas dengan suatu tanda khas dan tertentu. Maka itulah orang yang meneliti terjemah Al-Quran yang dilakukan oleh Ahmadiyah mengagumi dan memuji cara Ahmadiyah mengolah Kitab Suci itu.

Al-Quran telah diterjemahkan dan disiarkan di dalam bahasa Jerman. Kecerdasan Ahmadiyah menerbitkannya di dalam bahasa Jerman itu mendapat sorotan tajam dari Universitas Al-Azhar di Mesir. Setelah mempelajarinya dengan teliti, maka Majalah Al-Azhar terbitan Pebruari 1959 mengeluarkan satu ulasan panjang lebar yang ditulis oleh Dr. Muhammad Abdullah Maaz, memuji dan mengagumi karya Ahmadiyah itu. Terutama dinyatakan, bahwa baru pertama kali inilah Al-Quran diterbitkan dalam bentuk ma’na, terjemah teliti dan patut dipuji. Beliau antara lain menulis :

“Terjemah atau kitab ini meliputi satu pengantar mempelajari Al-Quran Suci di dalam bahasa Jerman. Pengantar itu ditulis oleh Imam Jemaat Ahmadiyah, Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad. Berkenaan dengan terjemahnya saya pelajari dengan seksama dalam berbagai ayat di berbagai Surah Al-Quran. Saya dapatkan terjemahan ini dibanding dengan terjemahan-terjemahan lainnya yang dilakukan oleh orang terhadap Al-Quran, terjemahan Ahmadiyah ini adalah yang paling baik. Terjemahan dilakukan dengan pandangan cermat dan pandangan ilmiah yang sangat hati-hati sedang usaha menjelaskan kandungannya dilakukan dengan cara semaksimal mungkin. Tujuannya ialah supaya ayat-ayat Quran Suci yang diturunkan itu dapat diterjemahkan sesuai dengan tuntutan kaidah bahasa Arab sepenuh-penuhnya.

“Penterjemah menjelaskan, bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang memiliki uslub yang sangat hur dan kehebatan balaghat dan ‘ijaaz Al-Quran itu tidak memungkinkan menterjemahkannya dalam bahasa lain sebagai layaknya. Kehebatan dan ciri ini khas dimiliki bahasa Arab. Bahasa didalam mana Kalam Ilahi itu diturunkan yang tak pernah mengalami suatu perobahan dan pergantian dan hanya Kalam itulah yang dapat mewakili dirinya sendiri. Oleh sebab itulah maka dipandang penting demi kecermatan supaya teks bahasa Arab juga diikutsertakan berdampingan dengan bahasa terjemahan………

“Saya telah pelajari pula dengan cermat dan seksama ayat-ayat yang menyangkut masalah jihad dan masalah perang. Dengan pengertian, barangkali cara menterjemahkan itu Ahmadiyah mengikuti cara dan pandangannya yang lebih khusus…… Saya pelajari bagian ini dengan teliti sekali. Tetapi ternyata apa yang saya kuatirkan tentang masalah ini, didalam terjemahan orang Ahmadiyah saya tidak dapatkan apapun yang tidak wajar dan benar…..”

Tulisan Indah
Bukan dalam menterjemahkan dan menafsirkan saja Ahmadiyah berusaha cermat dan teliti, ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan menurut kaidah lughah, pandangan Al-Quran dan Sunnah serta alim-ulama ahlus Sunnah serta wal-Jama’ah saja. Akan tetapi sampai kepada masalah kecilpun Ahmadiyah berusaha menempatkan Quran itu pada kedudukannya yang memang mulia dan agung.

Masalah penulisannya juga oleh Ahmadiyah dipentingkan. Supaya Al-Quran itu dalam segala bentuknya kelihatan memang hebat dalam segala-galanya. Oleh sebab itulah orang Ahmadiyah menulis Al-Quran itu dengan tangan, menggunakan tenaga-tenaga ahli dan terlatih. Al-Quran yang diterbitkan oleh Ahmadiyah didalam berbagai bahasa ayat-ayatnya ditulis dengan tangan, dengan tulisan yang amat bagus. Demikian indahnya hingga orang lain tertarik untuk memanfaatkannya.

Salah-satu Al-Quran terkenal yang terdapat di dalam terjemahan bahasa Indonesia adalah Tafsir Quran karya H. Zainuddin Hamidy terbitan Penerbit Wijaya Jakarta. Al-Quran ini menggunakan teks Al-Quran yang telah diambil dari Al-Quran yang diterjemahkan oleh Ahmadiyah. Al-Quran yang dikeluarkan oleh Ahmadiyah di dalam bahasa Jerman dan Belanda. Demikian bagus hingga Departemen Agama R.I. juga menerbitkan dan mengeluarkan Al-Quran konon jutaan jilid dengan menggunakan teks ayat-ayat Quran terbitan Ahmadiyah.

Penulis teringat kepada masa +- 10 tahun yang silam ketika Al-Quran Departemen R.I. sedang diolah untuk diterbitkan. Penulis mendengar bahwa Al-Quran tersebut akan diterbitkan dengan menggunakan teks ayat-ayat dalam Quran terbitan Wijaya tersebut di atas. Oleh karena dalam Al-Quran yang dikeluarkan Ahmadiyah dalam bahasa Jerman dan Belanda itu ada satu-dua kesalahan dalam menulis beberapa huruf, penulis mengirimkan sepucuk surat kepada Panitia Penterjemah yang berkedudukan di Yogyakarta, meminta perhatian Panitia terhadap kesalahan tulis tersebut untuk diperbaiki. Panitia memberikan jawaban terima kasih dan meminta agar bila ada kesalahan lainnya supaya penulis menolong memberitahukannya.

Perlu dicatat, bahwa dua kesalahan tulis masih diingat oleh penulis, kesalahan mana masih tercantum didalam Al-Quran terbitan Wijaya tersebut, paling kurang masih tercantum didalam Al-Quran terbitan Wijaya yang pada kami, cetakan kedua.

Hal ini menunjukkan, bahwa Ahmadiyah berusaha menampilkan Quran dalam rupa yang sebagus-bagusnya dan dalam bentuk seindah-indahnya.[]

Keterangan : *bismillahirrahmaanirrahiim yang terletak pada permulaan setiap Surah dihitung sebagai ayat pertama sesuai dengan standar penomoran ayat-ayat Al-Qur’an Karim yang digunakan oleh Jemaat Ahmadiyah. Sesuai Hadits Nabi diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.: “Nabi s.a.w. tidak mengetahui pemisahan antara Surah itu sehingga bismillahirrahmaanirrahiim turun kepadanya.” (H. R. Abu Daud, “Kitab Shalat”, dan Al-Hakim dalam “Al-Mustadrak”)

Waalaikusalam, wr. wb.,

Referensi tambahan :

  1. Al-Qur’an Online : http://www.alislam.org/quran
  2. Al-Qur’an Dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat terbitan Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
  3. Al-Qur’an dan Terjemahnya berbahasa Indonesia terbitan Mujamma’ al Malik Fahd li thiba’at al Mush-haf asy Syarif al-Madinah al-Munawwarah.
  4. Al-Qur’an dan Terjemahnya berbahasa Indonesia terbitan Departemen Agama tahun 1994.
  5. Buku Bukan Sekedar Hitam Putih, MA Suryawan, Edisi Revisi, Cetakan I: Januari 2006.
  6. Buku Dimana Letak Kesesatan Ahmadiyah, R Ahmad Anwar, Penerbit Al-abror.
  7. Kemesran Yang Terkoyak, arsip Senin 6 Agustus 2007 di Blog AA Daeng Patunru.

13 Responses to “Tulis Indah dan Terjemah Al-Qur’an menurut Ahmadiyah”


  1. 1 kurtubi 30 November, 2007 pukul 11:16 pm

    assalaamu’alaikum wr. wb.
    Informasi yang cukup bagus…. salam kenal

  2. 3 Anwar Saleh Mutaqi 2 Januari, 2008 pukul 11:27 am

    Informasi yang bagus untuk disebar-luaskan agar khalayak khususnya generasi muda lebih mengenal kontribusi Ahmadiyah di Indonesia.
    SElamat berjuang kaum Ahmadi.

  3. 4 Juru tik 14 Januari, 2008 pukul 6:37 am

    Waalaikumsalam, wr.,wb.,
    Jazakumullah, untuk semua.

  4. 5 Danial 27 Januari, 2008 pukul 7:52 pm

    Ass.

    info yang sangat penting ..
    bagus banget broo

    Wass

  5. 6 rudilhoyou 20 Februari, 2008 pukul 1:13 pm

    Minta ditampilkan Alqur’an yang 30 jus dong

    silahkan bapak melihatnya langsung melalui list Referensi tambahan yg sy sertakan.(juru.tik)

  6. 7 wong mediun 22 November, 2009 pukul 1:26 pm

    assalamualaikum, tn.. menarik dan lengkap..dicopy & dilink ke http://islamireligius.blogspot.com/ jzk

  7. 8 alfian 28 Januari, 2010 pukul 9:23 am

    saya punya Alqur’an Jemaat hasil scan mau? tapi byte-nya besar.

  8. 9 alfian 1 Maret, 2010 pukul 1:46 pm

    Saya juga punya scanan Al Qur’an DEPAG yang biasa buat oleh-oleh Haji (warna cokelat)….

  9. 10 asif 19 September, 2010 pukul 1:06 pm

    bagus banget untuk membuktikan kepada orang yang bukan ahmadiyah bahwa ahmadiyah juga selain berkitab sucikan Alquran, tetapi juga menyebarkannya ke seluruh dunia………….

  10. 11 Oten Sinobe 24 Oktober, 2011 pukul 10:00 pm

    maju ke depan dan berfikirlah ke belakang


  1. 1 Persembahan Untuk Islam Lacak balik pada 17 Januari, 2008 pukul 7:50 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: