Ayat-Ayat Al-Qur’an Mengenai Pancasila

garuda_pancasila

Lima Sila (PANCA SILA) telah disebutkan dengan jelas dalam Naskah alinea ke-4 preamble (Mukadimah) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.,  dimana ia adalah amanat cita-cita mulia dari  para pendiri bangsa dalam membangun  dasar sebuah  nation (negara) besar Ber-Bhinneka Tunggal Ika,  “Berbeda-beda tetapi tetap satu” yang sekarang kita kenal bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi kita sebagai orang Islam, jiwa yang terkandung didalam Lima Sila PANCASILA bukanlah sesuatu yang asing lagi, bukan pula sesuatu yang merugikan apalagi hendak menghapuskan, karena apa yg telah disuarakan Lima Sila PANCASILA  merupakan bagian dari nilai-nilai Universal Islam.  Nilai-nilai PANCASILA itu terkandung di dalam ajaran indah Al-Qur’an.

Sebagai bagian yg cinta kepada negeri,  tulisan seorang ahmadi* berikut ini mencoba menguraikan contohnya.  Selamat membaca!

[] Sinar Islam bulan Sulh 1365 HS/Januari tahun 1986) No.1 – Th LIII

Oleh : Ali Mukhayat M.S.*

Sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa

Surah Al-Ikhlash, surah Asysyuura:11
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Surah Saba’: 1
“Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”

Surah Alhasyr: 22 – 24
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak
disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “

Surah Al-Maa-idah: 73
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. ..”

Surah Al-Baqarah: 256
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Surah Attin: 4
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. “

Surah Al-Israa’: 70
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Surah Alhujuraat: 11
“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. “

Surah Al-Maa-idah: 2
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Surah Al-Insaan: 8 – 9
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. “

Sila ketiga, Persatuan Indonesia (Kebangsaan)

Surah Alhujuraat:13
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling
bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “

Surah Alhujuraat: 9
“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan
yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Surah Alhujuraat: 10
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. “

Surah Annisaa’: 59
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Qur’an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. “

Sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Surah Asysyuura: 38
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. “

Surah Almujaadilah:11
“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.”

Surah Almujaadilah: 9
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”

Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Surah Annahl: 71
“Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? “

Surah Al-Imran:180
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka.  Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. “

Surah Al-Furqaan: 67
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. “

Surah Al-Hadiid: 11
“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak, “

Surah Adz-dzaariyaat: 19
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian. “

Surah Al-Maa’uun: 1, 2 & 3
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. “

**Sumber terjemahan Al-Qur’an diambil dari :   Al-Qur’an dan Terjemahnya berbahasa Indonesia terbitan Mujamma’ al Malik Fahd li thiba’at al Mush-haf asy Syarif al-Madinah al-Munawwarah.



About these ads

27 Responses to “Ayat-Ayat Al-Qur’an Mengenai Pancasila”


  1. 1 Al Fath 24 Mei, 2010 pukul 10:35 pm

    Inilah Pemaparan orang yang tidak paham tentang penafsiran Ayat Al Quran …Orang yang menafsirkan hanya dengan hawa nafsunya saja tanpa ada ilmu didalamnya…

    • 2 Juru tik 31 Mei, 2010 pukul 10:44 am

      Al Fath :
      Tolong tunjukkan dg pemaparan anda sebagaimana yg anda tuduhkan terhadap uraian indah ayat-ayat alquran seorang ahmadi ini. Terimakasih

    • 3 Ryan Nur Iman 3 November, 2011 pukul 7:24 pm

      Pancasila adalah final…. Agama Islam tidak mewajibkan suatu negara untuk memberlakukan Hukum Islam jika kondisi dan situasi nya tidak memungkinkan. menurut saya, lakukanlah kebenaran dan jauhi larangan sesuai agama yang kita ikuti demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia kita tercinta…

  2. 4 Dang 10 Juli, 2010 pukul 4:22 pm

    Anda mau bukti?
    Coba buka mata anda lebar-lebar… Coba lihat moral bangsa ini…

    Pancasila hanyalah alat bagi para penentang Al Qur’an… Pada dasarnya mereka nga’ mau menjadikan Al Qur’an sebagai hukum yang paling tinggi, aturan, ahlak, perilaku umatnya/bangsa/negara.

    Sebagai warga negara yang baik silahkan anda memilih Pancasila supaya jadi pengikut penguasa/pemerintah Indonesia… tidak ada paksaan dalam Islam menurut Al Qur’an… Tetapi saya lebih memilih Al Qur’an dan As Sunnah karena takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala Sang Penguasa Alam Semesta bukan takut pada penguasa Indonesia.

  3. 5 Dang 10 Juli, 2010 pukul 4:33 pm

    Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.” Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.[Ali Imran 187]

  4. 6 dang 10 Juli, 2010 pukul 8:35 pm

    Islam adalah Al Qur’an dan Pancasila adalah UUD 45, Jangan Menduakan Al Qur’an. Pilih Islam atau Pancasila?

    • 7 awank 3 September, 2010 pukul 4:09 pm

      kawand dang yang dirahmati allah. harus kawand fahami kmbali sejarah berdirinya bangsa indonesia. pancasila adalah dasar ideologi negara, sdangkan al-quran dan al-hadis adalah dasar dari ajaran islam.. kmerdekaan indonesia tidak luput dari pada prjuangan para kiya-kiya dan para alim ulama. pancasila lahir tidak luput dari evaluasi dari pada al-quran. coba kawand dang fahami lagi. bila prlu anda bljar dan skolah lagi.. apakah ada yang salah dengan pancasila??? saya pikir pancasila tidak bertentangan dengan al-quran. terimaksih.

    • 8 mufli 13 November, 2012 pukul 10:50 am

      pancasila itu bukan agama, tapi mengandung nilai-nilai agama di dalamnya

  5. 9 Juru tik 6 Agustus, 2010 pukul 6:43 pm

    @Dang : Contoh kecil anda tinggal dilingkungan RT. Di Rukun Tetangga anda telah diatur untuk menjaga KEBERSIHAN, KEAMANAN, KESATUAN, dll untuk kebaikan lingkungan. Apakah anda akan memilih aturan hukum RT ini? JELAS anda harus patuh ikuti, karena untuk kebaikan lingkungan anda sendiri. Klo anda tidak patuhi, itu namanya mengacaukan lingkungan RT anda sendiri. So.. selama selaras dg ajaran Alquran kenapa anda harus alergi?

  6. 10 murti 16 Agustus, 2010 pukul 11:27 am

    wah siip mathuk aku bang rasah alergi. yang pentig kaji dulu isinya, setelah tahu baru kasih komentar dan bukti yang jelas. intinya aku setuju dengan pendapatmu. aku tunggu tulisan yang lain heheh

  7. 11 murti 16 Agustus, 2010 pukul 11:32 am

    ngene wae bang suruh menafsirkan ayat alquran trus karepe kuwi kepiye njur contoh yang harus dilakukan yo sing kepiye? gek-gek sing kasih komentar liyane kuwi moco al quran ae tidak bisa?? trus bukan orang indonesia ndara???

  8. 12 Muhammad 22 September, 2010 pukul 9:04 pm

    Pancasila itu juga di rumuskan oleh ulama-ulama zaman dulu, mereka ikut merumuskan pancasila agar sebisa mungkin nilai-nilai yg terkandung di dalamnya selaras dg apa yg ada dalam al-Quran. cermati saja 5 butir pancasila, tak ada satupun yang bertentangan dengan al-Quran. klau memang pada kenyatannya negara kita belum berhasil menjadi negara maju yang terbebas dari segala macam kedzoliman. itu bukan karena kesalahan Pancasila, tapi para pelaku kedzolimannya saja yang tidak mau mengamalkan Pancasila. Logikanya, di negara-negara yang menjadikan al-Quran sebagai dasar hukum seperti Arab Saudi misalnya, ternyata masih banyak tindak kejahatan yang terjadi disana slah satu contohnya Berdasar data Human Rights Watch, sekitar 8 juta pekerja asing di Arab Saudi mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi, tentu saja kita tidak bisa menylahkan al-Quran sebagi landasan hukum disana. ulama-ulama zaman dulu yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tau betul bagaimana kondisi negara Indonesia, yg memperjuangkan kemerdekaan bukan hanya orang islam, yg tinggal di Indonesia bukan hanya orang islam, maka menjadikan al-Quran sebagai hukum dinegri ini hanya membuat orang 2 non muslim merasa ter diskriminasikan, dan itu bisa menjadi bibit perpecahan di tubuh Indonesia yg baru saja merdeka, akhirnya peperangan akn terjadi dimana2, orang-orang muslim yang baru saja bisa melakukan sholat dengan tenang akan kembali terancam. kalau anda punya nenek yang pernah hidup pada zaman penjajahan, tanyalah padanya bagaiman kondisi pada waktu itu, bagai mana mereka sholat dan mengamalkan ibadah-ibadah yang lainnya. jawabannya pasti akan membuat hati kita miris, mereka sholat dg pakaian seadanya, jangankan mukena, untuk menutup auratpun mereka hanya bisa menggunakan karung goni yang sebenarnya masih terdapat lubang yang membuat sholat mereka tidak sah. sekarang, kita bisa sholat dengan tenang, dengan busana lengkap, tanpa acaman dari para penjajah, karena pancasila telah menjamin warga negara Indonesia dalam menjalankan agama yg mereka anut. Muhammadiyah, NU dan ormas-ormas islam lainnya yang berdiri sebelum zaman kemerdekaan tidak ingin menjadikan al-Quran sebagai hukum dinegeri ini, karena mereka tak mau Indonesia menjadi negeri yang terpecah belah, mereka tak ingin melihat umat islam di indonesia kembali menunaikan sholat dangan memakai karung goni. bukti kecilnya saja, di Aceh kini sudah diberlakukan hukum islam, eh… ternyata di Manokrawi yang banyak penganut kristen nya ingin menjadikan kota mereka sebagai kota injil, otomatis umat-umat islam yang ada disana akan merasa terganggu dengan adanya perda tersebut. dan ini bisa menjadi perpecahan ditubuh Indonesia. kita jangan egois memikirkan dira sendiri yang tinggal ditemapat yg mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tapi pikirkan juga muslim lain yg tinggal didaerah minoritas. karena membuat perda yang berhubungan dengan islam di suatu tempat yg mayoritas muslim akan mengakibatkan tertindasnya penganut muslim yang menjdi minoritas. jika kita ingin memasukan nilai-nilai al-Quran kedalam undang-undang di negeri ini, maka seharusnya jangan menggunakan bahasa-bahasa yang menonjolkan nama Islam, karena itu bisa membuat non muslim mersa ter diskriminasi. pakailah istilah lain seperti yang dilakukan ulama-ulama terdahulu dengan menggunakan istilah PANCASILA.

    • 13 Aan cogito 14 Juni, 2011 pukul 7:10 am

      Setuju sekali dengan bung muhammad.
      Bukti sudah ada, lihatlah negara-negara timur tengah seperti Irak, Mesir, saudi arabia, Iran, Pakistan. mereka dulunya adalah satru kesatuan dalam satu lingkup negara, tapi kini terecah belah. kenapa? karena mereka bukan mendirikan negara islam yang seperti diinginkan. mereka hanya mendirikan negara faham. Iran dengan syi’ahnya, Irak dengan Sunninya, Saudi dengan wahabinya.
      lalu jika diterpkan di Indonesia, mau bagaimana nanti. akankah kita terpecah belah seperti negara-negara timur tengah. jangan memaksakan kehendak bung. disini bukan islam ala arab, tapi kita adalah islam ala indonesia.

    • 14 RAIHAN RAI 14 Agustus, 2011 pukul 12:25 pm

      SALUT MAS SALAM MERDEKA SALAM JIWA PANCASILA KOBARKAN API SEMANGAT JUANG 45 PANTANG MUNDUR.SEKALI PANCASILA TETAP PANCASILA SEKALI LA ILAHA ILLALLOH.

  9. 15 MUHAMMAD SODIQIN 30 Oktober, 2010 pukul 9:46 am

    ASS.KUM.WR.WB

    SALAM SEJAHTERA BAGI SEMUA.

    SAYA PRIBADI HANYA MENYAMPAIKAN SUATU KEBENARAN, BAHWA DI ZAMAN AKHIR TELAH BANYAK KERUSAKAN KERUSAKAN DI DARAT DAN DI LAUT.

    MARILAH KITA KEMBALI KEPADA HUKUM ISLAM AL QURAN DAN AS SUNAH, DAN MERUJUK PENDAPAT DAN NASEHAT AHLU BAIT BELIAU S.A.W.

    PANCASILA DIDIRIKAN, SEBAGAI POLISI LALU LINTAS, KITA MENYIKAPI NYA TIDAK MUTLAK SEBAGAI KEBENARAN SUATU PERATURAN DAN IDEOLOGI KAUM MUSLIMIN KHUSUSNYA.

    OLEH KARENA ITU, DALAM HIDUP KITA BERPEGANG TEGUHLAH TERHADAP HUKUM ISLAM TERSEBUT.

    WASSALAM.KUM.WR.WB

  10. 16 wahid 29 April, 2011 pukul 9:24 am

    PANCASILA TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AL QURAN
    Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran.
    —————————————————————–
    Setelah menjelaskan konsepnya tentang Pancasila di hadapan sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengungkapkan hal yang menarik mengenai latar belakangnya sebagai seorang Islam. “Saya seorang Islam, saya demokrat karena saya orang Islam. Saya menghendaki mufakat, maka saya minta supaya tiap-tiap kepala negara pun dipilih. Tidakkah agama Islam menyatakan, bahwa kepala-kepala negara, baik para khalifah maupun amirul mu’minin harus dipilih oleh rakyat ?”
    Pertanyaannya, benarkah butir-butir mutiara Pancasila itu ada di dalam Al-Qur’an ? Marilah kita kaji satu per satu. Tapi hanya kami sebut beberapa ayat saja sebagai referensi, supaya tidak berlarut-larut. Dan kami sampaikan dalam bentuk terjemahnya, supaya lebih mudah dimengerti. Namun apabila anda ingin study yang lebih mendalam, bisa merujuknya ke kitab Al-Qur’an. Mungkin di lain waktu kita bisa diskusikan lebih jauh lagi sampai tuntas.

    1. Ketuhanan Tuhan Yang Maha Esa
    Perintah untuk mengakui dan menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa, antara lain terdapat pada Surat 112 (Al-Ikhlas) dan Surat 2 (Al Baqarah).
    “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.” (QS 112:1)
    “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS 2:163)
    “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS 2:21-22)

    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
    Tentang kemanusiaan dapat dilihat pada beberapa ayat, antara lain Surat 2 (Al Baqarah), 31 (Luqman), dan 49 (Al Hujuraat)
    “Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 2:224)
    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 31:18)
    “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS 49:10)
    “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS 49:13)

    3. Persatuan Indonesia.
    Kewajiban rakyat terhadap bangsa dan negara, antara lain dijelaskan dalam Surat 4 (An Nisaa’) dan 3 (Ali ‘Imran).
    “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS 4:59)
    “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS 3:200)
    Adakalanya untuk mempertahankan tegaknya persatuan dan kesatuan negara, kita dituntut untuk berjuang, baik dengan harta maupun jiwa. Hal itu ditegaskan dalam Surat 5 (Al-Maa’idah) dan 9 (At-Taubah).
    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS 5:35)
    “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS 9:111)

    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah dalam permusyawaratan / perwakilan.
    Mengenai pokok-pokok demokrasi dijelaskan dalam beberapa ayat, antara lain pada Surat 3 (Ali ‘Imron), 27 (An-Naml), dan 42 (Asy-Syuura).
    “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS 3:159)
    “Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku).” (QS 27:32)
    “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS 42:38)

    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
    Berbuat adil diperintahkan Allah Swt dalam beberapa ayat, antara lain Surat 4 (An Nisaa’), 5 (Al- Maa’idah), 16 (An Nahl).
    “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (QS 4:135)
    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS 4:58)
    “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS 5:8)
    “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS 16:90)
    “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.” (QS 4:36-37)

  11. 17 pluralisme 9 Mei, 2011 pukul 6:26 pm

    @Dang, setuju
    @yang lain, Na’udzubillahi min dzalik, astaghfirullah, ana berlepas diri dari kalian. Kalian mengikuti perasaan dan nafsu yg kalian cocok2an dgn Al Qur’an yg mulia. Apakah dgn pancasila maka kalian bs menjalankan Islam dgn kaffah? Harusnya dgn sila pertama, agama selain Islam dimusnahkan…!

  12. 18 andriesc10 12 Mei, 2011 pukul 3:53 pm

    PANCASILA dan NKRI adalah Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa
    untuk bangsa indonesia , bagi yg tidak mengakui gak papa . tiada paksaan dalam beragama dan keyakinan. Islam sendiri sebagai Rohmatan Lil Alamin. Korelasinya jelas Pancasila dan NKRI menyatakan di dalam pembukaannya bahwa kemerdekaannya dari berkat dan Rohmat Tuhan Yang Kuasa . Jadi jangan bertanya kalau Pancasila tidak bertentangan dengan Al Quran . Kita sebagai anak-anak bangsa Indonesia seharusnya bersyukur , melalui falsafah PANCASILA dapat diterima segala lapisan suku agama dan budaya yang sangat berbeda .
    Bandingkan dengan tanah di timur tengah , mana ada seperti tanah air kita , bisa bersatu dalam kesatuan NKRI .

  13. 19 cici 6 Juni, 2011 pukul 11:19 am

    subhanallah..

    dengan pancasila bisa menyatukan Indonesia yang bermacam suku dan agama

  14. 20 orang 7 Juni, 2011 pukul 2:24 pm

    sudahkah anda merasa pantas untuk menjadi seorang mufassir???
    jika ya, apakah sperti ini sikap seorang mufassir menyikapi perbedaan???
    kemudian bagi yang komen bahwa ulama merumuskan pancasila…. silahkan anda baca sejarah kembali… rujukan yang bagus adlah API SEJARAH…terlebih Sukarno adlah seorang yang berideologi sekuler, meng-idolakan tokoh sekuler turki…dia didepak dari SI oleh ketua sekaligus gurunya yaitu Tjokroaminoto karena berpikiran menyimpang dari filosofi Islam…silahka baca sejarah lagi….

  15. 21 AREK PONDOK 8 Juli, 2011 pukul 7:46 am

    Muhammad: bijak sekali jawaban anda,,,hanya orang bodoh dan tidak tahu sejarah yang mempertentangkan Al-qur’an dan pancasila…semoga saudara kita yang masih tersesat pemahamanya akan berpikir lebih jauh tentang bangsa kita,,,selama negara kita masih plural maka syariat islam tidak dapat dipaksakan,,,kita di indonesia sudah sangat bebas dalam menjalankan agama, damai dan sentosa,,,apa yang kurang????
    coba berpikir!!! jika penerapan syariat islam di indonesia menyebabkan perpecahan dab kerusuhan,,apakah itu karakter agama islam???
    yang notabene agama rahmatan lil alamin dan cinta damai????
    coba direnungkan…
    saudara dang: anda perlu belajar lagi tentang tafsir Al-Quran,,jangan hanya pahami Al-Qur’an lewat terjemahan saja,,pelajari juga asbabun nuzulnya,,,dan peljari kitab-kitab tafsir (jalalain, an-nur dsb…)..maka anda akan lebih berpandangan lebih bijak..
    terimaksih…

  16. 22 RAIHAN RAI 14 Agustus, 2011 pukul 12:09 pm

    TRIMAKASIH WAHAI SAUDARA SEBANGSA DAN SEIMAN SAYA SALUT KPD SAUADARA AWANK DAN SAUDARA MUHAMMAD.BAHWA PANCASILA DI GALI DARI NILAI-NILAI BUDAYA BANGSA SENDIRI DAN INDONESIA MERDEKA BUKAN HADIAH DARI PENJAJAH TAPI ATAS BERKAT RAHMAT ALLOH SBAGAIMANA DALAM PERNYATAAN UNDANG-UNDAND.HANYA ORANG YANG BERKOMENTAR PANAS TENTANG PANCASILA KARENA ADA MAKSUD INGIN MENGHANCURKAN BANGSA DAN MEMPERPECAH BELAH BANGSA KITA SENDIRI INGIN MENDIRIKAN NEGARA ISLAM.DAN MUNGKIN ORANG-ORANG YANG TIDAK PUAS DENGAN PANCASILA DAN ITULAH ANTEK-ANTEK DARI PKI YANG MASIH HIDUP DI BUMI PERTIWI YANG TIDAK PERCAYA ADANYA TUHAN.SEMOGA BANGSA INDONESIA TETAP DALAM RIDHO DAN NAUNGAN ALLOH AMIN.

  17. 23 Susi Ana 19 Desember, 2011 pukul 9:42 pm

    subhanallah,,, ridoilah orang-orang yang mencari kebenaran itu ya Rabb, kesempurnaan hanya milik Mu.

  18. 24 diki saputra (0878 1350 6607) 22 April, 2012 pukul 5:10 am

    aku punya buku, judulnya “amanat penderitaan rakyat”, buku ini diterbitkan pada jaman soekarno. Di buku ini pemerintahan soekarno brusaha untuk menjelaskan sejelas2nya tntang mengapa, apa, dan siapa yang merumuskan dan memperjuangkan pancasila. Buku ini sengaja diterbitkan agar semua rakyat bangsa ini tau mengapa harus pancasila. Buku ini diterbitkan oleh Departemen Penerangan RI. Akan tetapi pada jaman pemerintahan orde baru karena alasan politik dan kepntingan sbagian pihak buku ini sengaja dimusnahkan. Ada baiknya kita bersama mengkaji buku ini, agar semuanya terlihat adil. Kita harus menilai dari segala aspek. Tidak adil rasanya kita memandang hal lain itu buruk tanpa kita tau bagaimana seluk beluknya… :)

  19. 25 boybrandalliyuzz 24 Juni, 2012 pukul 11:20 pm

    sila pertama
    KETUHANAN YANG MAHA ESA
    yg d mksd d situ adlh pndduk atau wrga indonesia hrs mmpunyai atau mmluk satu agama saja,tdk blh lebih,,,
    satu agama brti hnya ada satu tuhan

    sy jg muslim,tp wrga indonesia tdk hnya islam saja ,,,
    smga komen sy brmnfaat,jk ad slh atau tdk brknan d hati anda sy mnta mf
    ksempurnaan mlik Allah

  20. 26 FF 7 Oktober, 2012 pukul 9:41 am

    ayat al quran mengenai organisasi, kepemimpinan dan negara surat apa ya? mohon dibalas

  21. 27 anak bangsa 4 April, 2013 pukul 7:56 pm

    kawan-kawan sebangsa dan setanah air, tiada yang bertentangan antara pancasila dan alquran. jika kita tengok sejarah perumusan pancasila dari sembilan orang perumus hanya satu orang yang agamanya non islam, itu membuktikan bahwa perumusan pancasila merupakan pemikiran tokoh-tokoh islam. dan buktinya tidak ada satupun butir pancasila yang bertentangan dengan ajaran islam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: