Abdus Salam

Dalam halaman “TAFAKUR SUDUT (No.1 Sulh 1359 HS, Januari 1980)”

Rumah itu , terletak di Putney, suatu kecamatan barat London, pada tanggal 15 Oktober 1979 menjadi pusat perhatian dunia. Di situ berdiam seorang yg tiba-tiba melonjak termasyhur di permukaan bola bumi ini. Namanya Prof.Dr. Abdus Salam. Ia warga negara Pakistan tetapi menetap di London. Ia bertugas pula di Italia. Di kantongnya ada dua macam paspor. Yang satu paspor kewarganegaraan Pakistan, yang lain paspor diplomatik PBB. Karena ia juga pejabat tinggi PBB.

Pada hari itu ia menerima kabar yang menggetarkan hatinya. Akademi Ilmu Science Kerajaan Swedia memberinya Hadiah Nobel atas prestasinya dalam ilmu fisika. Ia segera pergi ke mesjid dan melakukan shalat syukur kepada Tuhan-nya. Dalam segala hal pada kehidupannya ia selalu kembali kepada Khaliq-nya. Pada suatu pidato pengukuhan di Imperial College London mengenai pokok “Partikel-partikel Elemen” ia mengutip AL-Quran: “Engkau tidak bisa melihat ketidak sempurnaan pada ciptaan Tuhan Yang Rahman. Pandanglah kembali. Adakah engkau menampak suatu cela? Nah ulanglah kembali memandangnya. Pandanganmu akan berbalik kepadamu dalam keadaan kacau dan letih, karena tidak dapat melihat suatu ketidaksempurnaan (67: 4,5).

Ayat itulah yang selalu menjadi pedomannya dalam penyelidikannya dalam ilmu fisika. Bukan hanya dalam ilmu science saja, tetapi juga dalam ilmu sejarah dan ilmu ekonomi yang menjadi kegemarannya. Disamping semua itu ilmu agama adalah kesenangannya yang terutama.

Tetapi gara-gara teori fisika Dr. Abdus Salam itu putrinya sendiri, Bushra Salam, tidak lulus dalam ujian. Guru fisikanya mengancamnya “Omong kosong apa juga pun yang diajarkan ayahmu di rumah kepadamu mengenai teori fisikanya, jangan engkau bawa ke dalam ujianmu. Kalau tidak, engkau tidak akan lulus”. Betullah demikian! Bushra tidak lulus dalam mata pelajaran fisika dan ia kemudian pindah ke sekolah jurusan bahasa-bahasa timur.

Sekali pun penghargaan dunia terbesar sudah diterimanya namun ia tidak akan lupa peristiwa yang dialaminya pada tahun 1940, ketika ia muncul sebagai calon teratas dalam daftar nama-nama yang lulus ujian masuk Universitas Punjab. “Masih teringat oleh saya,” katanya, “ketika hasil ujian itu sampai ke kota kecil kami. Pada waktu itu saya sedang bercukur. Karena tukangnya tidak ada maka yang melayani saya adalah pembantunya, yang baru pandai. Ia ini memperlakukan saya semaunya. Saya dibuatnya seperti orang Kojak atau pendeta Budha. Karena merasa sangat malu saya menutupi kepala saya yang baru dicukur bersih dengan selampek putih. Dengan mengayuh sepeda saya menempuh panas terik tengahhari bulan Mei. Pada kedua pinggir jalan berbaris penduduk kota, terutama tukang-tukang warung, yang mengelu-elukan saya sebagai anak laki-laki yang telah meninggikan martabat kota mereka Jhang dengan meraih tempat teratas di antara 40.000 calon di seluruh punjab.”

Peristiwa di tahun 1940 adalah suatu permulaan. Sejak itu ia menjadi juara dalam setiap perguruan yang dimasukinya, baik di Pakistan, maupun di Inggris atau Amerika Serikat. Ada tingkat pelajaran yang lamanya tiga tahun dilaluinya hanya setahun saja. Karena prestasi-prestasinya itu ia telah memperoleh berbagai award atau hadiah sebelum Hadiah Nobel itu diraihnya. Presiden Zia-ul Haq dari Pakistan mengucapkan selamat kepadanya dengan perkataan:

“Adalah suatu hal yang sangat membanggakan dan membahagiakan saya bahwa tuan telah meraih Hadiah Nobel 1979 untuk fisika. Ini menunjukkan riset yang tak kenal letih dan kesarjanaan yang menggiurkan dalam bidang fisika teoritis. Terimalah ucapan yang tulus ikhlas dari saya dan rakyat Pakistan atas prestasi ini. Tuhan memang telah menambahkan bab baru pada kebesaran Pakistan”.

Betapa manis ucapan selamat itu dibandingkan dengan cap non-muslim yang diterima Ahmadi Dr. Abdus Salam pada tahun 1974 dari Pakistan.

Silahkan melanjutkan membaca kliping berikutnya yaitu pidato beliau tentang “Kebebasan Agama dan Kepercayaan adalah Dasar Perdamaian”

0 Responses to “Abdus Salam”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: