Sembahjang Malam Tahadjdjud

MADJALAH BULANAN “Sinar – Islam”

-Maret 1958 Th. Ke –VIII No.3

hal.13-14

———————

Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:

“An abi Hurairata, Qala ; Qala Rasulullahi s.a.w: Rahimallahu radjulan qama minallaili, fa shalla wa aiqazha imra’atahu fa shallat, wa in abat rasjsja fi wadjhihah maa. Rahimallahu imra’atan qamat minallaili fashallat wa aiqazhat zaudjaha fa shallafain aba rasjsjat fi wadjhihil maa. (Hadits Rawi Ibnu Madjah.)

Indonesianja ; “Allah kasih akan orang jang bangun dimalam hari lalu sembahjang tahadjdjud, dia bangunkan pula isterinja untuk sembahjang , Kalau isterinja enggan dipertjikkannja air kemuka isterinja itu supaja terbangun. Allah kasih akan perempuan jang bangun dimalam hari lalu sembahjang, dan dibangunkannja suaminja untuk sembahjang pula, Kalau suaminja enggan maka dipertjikkannja air dimuka lakinja, supaja bangun.”

Hadits ini djelas sekali, dan baiklah diamalkan oleh kaum Ibu dan Bapak. Maksud kita hanja mentjari “kasihnja” Allah. Maka dengan demikian Allah akan kasih kepada kita. Hadits ini mendjelaskan lagi, sedangkan untuk sembahjang malam kita membangunkan kawan, dan malah dibolehkan mempertjikkan air kemukanja supaja dia bangun, apa lagi untuk sembahjang jang lima waktu. Kadang2 orang salah faham bahwa orang jang sedang tertidur itu, tak usahlah dibangunkan. Dengan hadits ini, hilanglah faham itu.

Apa pula sabda Hazrat Imam Mahdi a.s. ?

“Lihatlah dirimu! Kiranja kamu melihat dirimu ada lemah seperti anak2, maka tak usah chawatir, Segeralah mengutjapkan Ihdinashshirathal mustaqiim, seperti dilakukan oleh sahabat2 Nabi”

Bangunlah dimalam hari, serta berdo’alah banjak2, supaya Tuhan membukakan djalan dan petundjuk. Nabi Muhammad s.a.w. dan Sahabat2 sudah mendapat djalan/hidajat dengan tarbiat berangsur-angsur pula, Mereka pada permulaannja adalah seperti satu bidji bagus jang ditanamkan oleh petani. Kemudian Nabi menjiraminja dengan air. Bidji jang bagus itu tumbuhlah, sebab, bidji bagus dan ditanam ditanah jang bagus pula. Kemudian oleh siraman air, dia tumbuh dan membesar sehingga mendjadi pohon jang amat berguna.

Bekerdjalah seperti beliau dan sahabah2 bekerdja, dan se-kali2 djangan dibiarkan kesempatan itu berlalu sadja.

Bertaubatlah dengan sebenarnja bertaubat, bangunlah malam hari dan sembahjang tahadjdjud serta banjak berdo’a. Benarkan hatimu, tinggalkan segala matjam kelemahan. Bekerdjalah menurut jang diridlai Tuhan. Benarperkataan, benar perbuatan, benar hati. Jakinlah, siapa jang menuruti akan nasihat ini, dia pasti akan mendapat limpahan karuniaNja dari Tuhan. Hatinja akan mendapat perobahan jang baik. “ (Malfhuzaat).

(Disarikan dari Al-Fazal 24-6-1954.)

Mudah2han dengan dua sabda ini kita akan mendapat taufik untuk menurutinja , serta menjampaikannja kepada teman sedjawat kita.

Oleh. Nj. Zainab

1 Response to “Sembahjang Malam Tahadjdjud”


  1. 1 ademaulana 11 Februari, 2009 pukul 3:49 am

    Assalamu_’Alaikum Wr.Wb…

    Syukran ya akhi….

    Salam kenal dari ana…

    Wassalamu_’Alaikum Wr.Wb…

    Waalaikumsalam Wr. Wb, salam kenal juga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: