Posts Tagged 'Tuhan'

Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia.

Agama berasal dari Tuhan sebagai Sang Penciptanya.  Namun anehnya dinegeri ini masih ada saja manusia yg ingin melampaui kewenangan Tuhan tersebut.  Dari pejabat negara,  yg ikut-ikutan, sampai  calon legislatif (caleg) melalui kampanye partainya.   Dari orang-orang ini dengan entengnya dapat menentukan keyakinan yg dimiliki orang lain dengan menyuarakan dimuka umum agar Jemaah Islam Ahmadiyah dibuat menjadi ‘agama baru’ dan diluar Islam…” Tanpa fikir panjang demi mendapat dukungan dari kebanyakan orang, Agama pun dianggapnya sebagai mainan.
Sebelum anda ikut terbawa suara-suara dari mereka itu, ada baiknya mari menyimak kembali Al-Qur’an Departemen Agama, dalam Muqaddimah-nya BAB Dua : Nabi Muhammad saw. ber-sub-judul Perlunya Al-Qur’an diturunkan, bagian Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia sebagai jawaban atas ucapan sembrono mereka itu.

Selamat menyimak…

perlunya21

(gambar diambil dari Al-Qur’an dan Terjemahnya berbahasa Indonesia terbitan Lembaga Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd al-Madinah al-Munawwarah, dimana cetakan ini mengacu pada Al-Quran dan Terjemahannya terbitan DEPAG RI)


dibawah adalah kutipan dari majalah Sinar Islam bulan Fatah 1364 HS/Desember tahun 1985) No.6, hal. 39.

AGAMA BUKAN HASIL KARYA CIPTA MANUSIA*

Mengenai soal apakah agama-agama ini hasil karya cipta manusia, maka jawabnya pasti ialah, tidaklah demikian dan, jawaban itu berdasarkan beberapa alasan.  Agama-agama yang sudah berdiri mapan di dunia memperlihatkan beberapa ciri yang membedakan :

Pertama, menurut semua ukuran biasa para Pendiri Agama-agama adalah orang-orang yang serba lemah keadaanya.  Lanjutkan membaca ‘Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia.’

Cara membuktikan adanya TUHAN

Ikha 1356 HS / Oktober 1977 No.10 – Th XLVI, hal.27-36

Oleh Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra – Khalifatul Masih II

Alih bahasa : Sukri Barmawi

Titik tolak dalam masalah agama adalah persoalan mengenai “ADANYA TUHAN”.  Tambahan pula persoalan itu merupakan dasar pokok bagi segala macam faham tentang akhlak atau budi pekerti, sebab kesusilaan membahas perkara “benar” atau “salah”, yang tidak akan timbul kecuali jika telah ditetapkan dahulu dan diperinci “tujuan” kehidupan manusia.  Memang jelas dan nyata, bahwa manusia mulai berangkat merantau tanpa gagasan mengenai “tujuan yang ingin dicapai”, tidak mungkin ada penilaian “benar” atau “salah”, “baik” atau “buruk” tentang jalan yang ditempuh. Lanjutkan membaca ‘Cara membuktikan adanya TUHAN’