Archive for the 'agama' Category

Satu Tanda Kebenaran Islam Terbaru Dan Cemerlang

Basharat-Moschee – in Pedro Abad (province of Córdoba)

Sinar Islam Ihsan 1360 HS/Juni 1981 No.6 — Tahun XLIV, hal. 19 – 23

BUAH LEZAT DARI POHON DANA SEABAD

Satu Tanda Kebenaran Islam Terbaru Dan Cemerlang

Oleh :

Maulana Dost Muhammad Sy

Kira-kira 800 tahun lamanya, tepatnya dari tahun 91 H. sampai dengan 898 H. atau 710 M. – 1492 M. bendera Islam yang agung berkibar terus di negeri Spanyol dengan megahnya.  Tetapi setelah Granada jatuh, yaitu tatkala raja Granada Abu Abdillah Azzakiyah menyerahkan kunci kerajaan Al Hamra kepada Raja Kristen Ferdinand, maka sinar kejayaan Islam pun mulai surut, sedangkan kekuasaan salib mulai menaik.  Kejayaan telah berganti dengan nasib buruk dan kezaliman mulai ditimpakan atas orang-orang Islam di Spanyol, di mana tidak ada kekejaman semisal itu dalam sejarah manapun di dunia ini, seperti apa yang telah diterangkan dengan uraian yang amat memilukkan hati oleh seorang ahli riset kenamaan dari Perancis bernama Mosio Liban Gustav, yang telah menulis dalam sebuah bukunya berjudul Kebudayaan Arab. Lanjutkan membaca ‘Satu Tanda Kebenaran Islam Terbaru Dan Cemerlang’

Perjalananku Menuju Islam

Dia berkata jika aku dapat meyakinkannya tentang kebenaran agama Kristen dan keunggulannya atas agama Islam maka ia bersedia menerimanya.

dikutip dari majalah Sinar Islam bulan 1 Ikha 1363 HS/1 Oktober tahun 1984) No.10, hal. 28.

Oleh : Selma Mubaraka Khan


Aku dibesarkan di Yorkshire, Inggeris, anak tertua dari tiga bersaudara.

Kakekku dari pihakku adalah seorang pendeta Metodis, nenekku turut serta dalam berbagai kegiatan gereja.  Pada usia ke belasan tahun aku menjadi guru sekolah Minggu dan kadang-kadang aku menghadiri paduan suara gerejani akhir pekan ketika berumur kira-kira tujuh belas tahun.  Pada salah satu acara akhir pekan itu kami mendengar ceramah-ceramah dan menyaksikan pertunjukkan-pertunjukkan film tentang kegiatan misi Kristen di Afrika, di Lembah  Zembeezi.  Hal ini sangat menggugah perasaanku dan pada saat itu aku membuat serangkaian puisi yang kuberi judul Lanjutkan membaca ‘Perjalananku Menuju Islam’

Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia.

Agama berasal dari Tuhan sebagai Sang Penciptanya.  Namun anehnya dinegeri ini masih ada saja manusia yg ingin melampaui kewenangan Tuhan tersebut.  Dari pejabat negara,  yg ikut-ikutan, sampai  calon legislatif (caleg) melalui kampanye partainya.   Dari orang-orang ini dengan entengnya dapat menentukan keyakinan yg dimiliki orang lain dengan menyuarakan dimuka umum agar Jemaah Islam Ahmadiyah dibuat menjadi ‘agama baru’ dan diluar Islam…” Tanpa fikir panjang demi mendapat dukungan dari kebanyakan orang, Agama pun dianggapnya sebagai mainan.
Sebelum anda ikut terbawa suara-suara dari mereka itu, ada baiknya mari menyimak kembali Al-Qur’an Departemen Agama, dalam Muqaddimah-nya BAB Dua : Nabi Muhammad saw. ber-sub-judul Perlunya Al-Qur’an diturunkan, bagian Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia sebagai jawaban atas ucapan sembrono mereka itu.

Selamat menyimak…

perlunya21

(gambar diambil dari Al-Qur’an dan Terjemahnya berbahasa Indonesia terbitan Lembaga Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd al-Madinah al-Munawwarah, dimana cetakan ini mengacu pada Al-Quran dan Terjemahannya terbitan DEPAG RI)


dibawah adalah kutipan dari majalah Sinar Islam bulan Fatah 1364 HS/Desember tahun 1985) No.6, hal. 39.

AGAMA BUKAN HASIL KARYA CIPTA MANUSIA*

Mengenai soal apakah agama-agama ini hasil karya cipta manusia, maka jawabnya pasti ialah, tidaklah demikian dan, jawaban itu berdasarkan beberapa alasan.  Agama-agama yang sudah berdiri mapan di dunia memperlihatkan beberapa ciri yang membedakan :

Pertama, menurut semua ukuran biasa para Pendiri Agama-agama adalah orang-orang yang serba lemah keadaanya.  Lanjutkan membaca ‘Agama adalah bukan hasil pemikiran umat manusia.’

“Sifat sangka buruk itu amatlah djahatnja”

MADJALAH BULANAN “Sinar – Islam”

-April 1962 Th. Ke –XII No.4

hal.1

———————

“Sifat sangka buruk itu amatlah djahatnja”

Permulaan kerusakan itu ialah apabila manusia mulai menaruh sjak dan menjangka buruk. Djika ia menjangka baik, ia diberi taufik untuk berbelandja didjalan Allah s.w.t. Akan tetapi apabila langkah pertamanja salah, maka tidak dapat diharapkan ia akan mentjapai tudjuan nja. Amat buruklah sifat sangka djahat itu, ia mendjadikan manusia ketinggalan dari berbagai kebaikan; sehingga achirnja terhadap Tuhan pun manusia mulai menjangka buruk”.

(Malfuzhat Djilid ke II halaman 107).

“Kejaqinan”

MADJALAH BULANAN “Sinar – Islam”

-Mei 1952 Th. Ke –II No.2

hal.4

———————

“Kejaqinan”

Hai, orang-orang jang mentjari Allah s.w.t ! Pasanglah telingamu dan dengarkanlah, bahwa tiada suatu barang seperti “kejaqinan” jang dapat melepaskan dari dosa-dosa kamu. Kejakinan itu memberi kekuatan untuk berbuat kebaikan, djuga kejaqinan itulah jang mendjadikan kita asjiq jang sedjati kepada Allah s.w.t. Lanjutkan membaca ‘“Kejaqinan”’

Cara membuktikan adanya TUHAN

Ikha 1356 HS / Oktober 1977 No.10 – Th XLVI, hal.27-36

Oleh Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra – Khalifatul Masih II

Alih bahasa : Sukri Barmawi

Titik tolak dalam masalah agama adalah persoalan mengenai “ADANYA TUHAN”.  Tambahan pula persoalan itu merupakan dasar pokok bagi segala macam faham tentang akhlak atau budi pekerti, sebab kesusilaan membahas perkara “benar” atau “salah”, yang tidak akan timbul kecuali jika telah ditetapkan dahulu dan diperinci “tujuan” kehidupan manusia.  Memang jelas dan nyata, bahwa manusia mulai berangkat merantau tanpa gagasan mengenai “tujuan yang ingin dicapai”, tidak mungkin ada penilaian “benar” atau “salah”, “baik” atau “buruk” tentang jalan yang ditempuh. Lanjutkan membaca ‘Cara membuktikan adanya TUHAN’

Kebebasan Agama dan Kepercayaan adalah Dasar Perdamaian

Berikutnya akan ditampilkan terjemahan Teks pidato Abdus Salam, Direktur Pusat Fisika Teori Internasional, Trieste dalam Kongres Kemerdekaan Agama Sedunia ke Dua, di Roma, Itali, 4 September 1984

yang diterbitkan Sinar Islam bulan 1 Aman 1364 HS/1 Maret tahun 1985) No.3 – Th LII, hal 15 – 32

Pertama-tama perkenankanlah saya mengatakan bahwa saya berbicara sebagai seorang ilmuwan eksakta Muslim.  Sebagai Muslim, kemerdekaan menjalankan dan mempercayai agama adalah sangat mahal harganya, karena toleransi adalah satu bagian penting dalam keyakinan Islam saya. Sebagai fisikawan, saya menganggap penting bahwa kemerdekaan diskusi ilmiah dan toleransi terhadap pandangan lawan, yang sangat rumit tapi penting bagi kemajuan sains. Lanjutkan membaca ‘Kebebasan Agama dan Kepercayaan adalah Dasar Perdamaian’